YANUAR, CALEG DAPIL 1 DPRD SUBANG,RELA KELUAR DARI ZONA NYAMAN

Nilanews_ Kalau sudah cinta apa pun diberikan demi membahagiakan sang kekasih, itulah kisah cinta YANUAR CALON ANGGOTA DPRD DAPIL 1 SUBANG NOMOR URUT 4 DARI PARTAI NASDEM ke Kabupaten Subang. Kecukupan ekonomi buah dari jabatan mentereng di perusahaan besar tak membuatnya betah berada di zona nyaman, “saya sangat mencintai Subang, tidak cukup membawa para investor besar datang ke Subang, saya harus menjadi wakil rakyat yang sesuai dengan aspirasi rakyat Subang,” kata Yanuar.

Jauh sebelum membawa perusahaan besar PT. Taekwang yang menyerap tenaga kerja puluhan ribu orang Yanuar populer sebagai sang penyelamat Ekonomi Kabupaten Subang karena berhasil membawa beberapa investor ke Kabupaten Subang sehingga merubah pola kebijakan penguatan ekonomi rakyat Kabupaten Subang.

Pada Tahun 2004 uang masuk ke Kabupaten Subang tidak besar dan hanya mengandalkan ekonomi tradisional dari sumber pendapatan pertanian, maka salah satunya menggenjot sumber pendapatan TKI dari kurang lebih 30 miliar menjadi 500 miliar dalam waktu dua tahun, namun tentu menimbulkan persoalan besar, sampai-sampai ada yang mau dihukum mati di tanah Arab.

Kedatangan Yanuar membawa investor menjadikan kebijakan ekonomi Pemkab Subang berubah drastis, misalnya dari Perkebunan tebu 5.000 hektar yang hanya mengeluarkan gaji antara 10 sampai 12 miliar per tahun ketika itu kini terbantu sekali dengan adanya industri yang menggelontorkan gaji untuk ratusan ribu karyawan dan pajak triliunan rupiah.

Dimata karyawannya, Yanuar dikenal akrab dan tidak jaga image, maka ketika Yanuar mencalonkan Anggota DPRD Kabupaten Subang ada juga karyawannya yang mengatakan, “terus siapa yang nanti mengurus kami ?” Tanya Ani seperti berat melepas Yanuar.

Kecintaannya yang dalam terhadap Kabupaten Subang membuat Yanuar merasa terpanggil untuk menjadi pelaku perumus berbagai kebijakan Pemkab Subang melalui keanggotaannya di DPRD Subang, “investasi yang tumbuh harus disertai regulasi, penyiapan SDM melalui pendidikan, penguatan kesehatan masyarakat dan penataan ruang yang benar, inilah mengapa saya harus menjadi bagian dari perumus kebijakan publik di Kabupaten Subang,” pungkas Yanuar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *