UDAYA ROMANTIR WAKIL KETUA DPRD SUBANG DARI PARTAI NASDEM
Nilanews_ NasDem Subang merupakan Partai paling terbuka, penempatan Pimpinan DPRD sistemnya jauh tahun sudah disampaikan yaitu peraih suara terbanyak otomatis akan menduduki jabatan Pimpinan DPRD, “Udaya peraih suara terbanyak baik internal maupun eksternal, tak ada lobi dan tak ada mahar politik, kita menghargai suara rakyat, maka Udaya yang akan diusulkan menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Subang dari Partai NasDem,” kata mang Eep, Ketua NasDem Subang.
Mang Eep berharap, Fraksi Partai NasDem dapat mengungkap berbagai indikasi korupsi yang dilakukan semasa Bupati Ruhimat, baik tentang indikasi penyimpangan anggaran untuk kegiatan Refleksi yang tidak dilanjutkan ataupun tentang berbagai hal, “kita akan lakukan dua hal, pertama perjuangan melalui Fraksi, namun belum tentu berhasil karena jumlah kursi akan menentukan keberhasilan perjuangan, maka secara keorganisasian DPD Partai NasDem akan melakukan “parlemen jalanan” dengan melakukan pengawasan masyarakat.
Menurut mang Eep untuk mengetahui indikasi penyimpangan anggaran atau indikasi korupsi pada lembaga pemerintahan dari mulai tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa/Kelurahan sangat mudah, apabila para Kades, Camat dan Kepala SKPD tidak mau memberikan informasi publik maka dapat diindikasikan ada anggaran yang diumpetin atau diselewengkan atau dikorupsi, “kalau mereka merasa tidak salah, maka akan berani memberikan keterbukaan anggaran apalagi biaya ditanggung pemohon KIP, tapi kalau terindikasi ada penyelewengan atau korupsi maka dengan berbagai dalih tidak akan mau memberikan keterbukaan anggaran,” jelas mang Eep.
Sebenarnya keterbukaan anggaran merupakan program Bupati H. Ruhimat, namun setelah SKPD termasuk Sekda siap melaksanakan, malahan H. Ruhimat yang enggan melakukan keterbukaan anggaran SKPD pada web site Pemkab Subang, “itulah yang kemudian tidak mengherankan saat Bupati melaporkan orang yang berinisial W ke Polres Subang terkait rotasi mutasi didemkan begitu saja tanpa tindak lanjut sehingga meragukan nol rupiah yang senantiasa didengungkan, ada apa?

