ASEP SAPUTRA ULTIMATUM IBRAHIM MINTA MAAF SECARA TERBUKA
nilanews_ Asep Saputra, Wakil Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat yang juga Caleg DPR RI Jabar 2 (Kabupaten Bandung dan Bandung Barat) memberikan ultimatum agar mantan Ketua DPD NasDem Indramayu Sdr. Ibrahim segera meminta maaf secara terbuka dan mencabut tudingan terhadap DPW NasDem Jawa Barat yang meminta mahar nomor urut pencalonan Ibrahim untuk DPR RI.
Asep mengatakan, bahwa tudingan Ibrahim ada rapat DPW yang menyatakan ada permintaan mahar nomor urut hanya akal-akalan Ibrahim untuk menutupi janji-janji politik Ibrahim yang tidak mungkin direalisasikan, “saya enggak pernah absen Rapat DPW, tidak pernah ada rapat membicarakan meminta mahar kepada Ibrahim, lucu memang Ibrahim itu,” kata Asep.
Asep pun menambahkan, sangat boleh jadi Ibrahim prustrasi dan tidak siap karena tidak mempunyai pengalaman politik memadai ditambah janji politiknya yang mustahil dilaksanakan kepada para caleg Indramayu sebagaimana disampaikan dalam Rapat di DPW Jawa Barat, bahwa Ibrahim akan membiayai seluruh Caleg DPRD Kabupaten Indramayu dari Partai NasDem per orang 300 juta, karena kewalahan maka taktik bumi hangus pun dijalankan Ibrahim untuk menutupi kelemahannya, apalagi kalau rapat konsolidasi di DPW bersama para Ketua DPD bicaranya selalu tinggi, terkesan superior, “memang memperhatikan Ibrahim sangat lucu, pernah suatu kali lembaga Survey memaparkan hasil Survey dan salah satunya tentang jeblognya hasil survey NasDem Indramayu yang dipimpin Ibrahim, kalau Ketua DPD lain menjadikan hasil survey sebagai bahan instrospeksi dan evaluasi, eh Ibrahim malah protes dan tidak percaya hasil survey, mau benar gimana mimpin Partai seperti itu,” ungkap Asep sambil tertawa.

Lain yang dikatakan Asep, lain pula yang dikatakan Eep, Ketua DPD NasDem Subang, “saya sering tertawa kalau Ibrahim bicara yang terkesan superior itu, malah suatu kali di disela-sela rehat Rapat Konsolidasi Partai NasDem Jawa Barat, saya bertiga, kang Yadi Ketua Sumedang dan Kang Wawan, Sekretaris Majalengka pernah membicarakan Ibrahim, bahwa pola berpartai seperti itu akan seumuran jagung dan kenyataannya memang seperti itu.”
“saya dengan kang Yadi sering berkedip mata kalau mendengar Ibrahim berbicara dalam Rapat konsolidasi, tapi memang sangat dimaklumi, kalau orang baru belajar silat sering merasa paling jago, lain kalau sudah latihan matang, apalagi ketika Ibrahim ngomong duit, ingin rasanya saya tanya ke Pak Ndul yang di You Tube itu,” pungkas mang Eep sambil tersenyum.

